4 Cara Mengembangkan Talent Management System

Talent Management System (TMS) bekerja secara optimal dan signifikan untuk merumuskan strategi yang tepat dalam mengembangkan sumber daya perusahaan, khususnya dari sektor karyawan. Prioritas ini memang harus didahulukan mengingat arus perkembangan teknologi saat ini kian meningkat, dan sumber daya yang ada harus mampu beradaptasi dengan itu semua. Tanpa adanya rancangan atau strategi yang baik, sumber daya tersebut akan bekerja kurang optimal. Untungnya, beberapa perusahaan saat ini sudah mulai menerapkan TMS.

Lantas, jika sudah memiliki Talent Management System, bagaimana cara mengembangkannya?

1. Identifikasi Tujuan Dan Prioritas Organisasi
Cara pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi tujuan dan prioritas dari organisasi terkait. Dengan cara inilah maka perusahaan akan mampu mengembangkan diri dengan metode yang tepat. Secara sederhana, proses identifikasi bisa dimulai dengan menuliskan dalam bentuk poin-poin apa saja tujuan, deskripsi dan pengaturan waktu yang harus diterapkan pada sumber daya nanti.

2. Identifikasi Tantangan Yang Akan Dihadapi
Risiko pastinya ada dalam setiap langkah maju perusahaan. Adanya Talent Management System akan mempermudah perusahaan untuk mengidentifikasi celah risiko yang bisa terjadi. Risiko sebetulnya sama dengan tantangan. Dari situlah tantangan tersebut harus dihadapi dengan baik supaya perusahaan dapat bertahan dengan segala kondisi yang ada, serta mampu mencetak sumber daya yang lebih unggul dan memiliki pemikiran solutif.

3. Analisa Kesenjangan
Cara berikutnya yang harus dilakukan adalah dengan menganalisa kesenjangan apa saja yang terjadi. Tak hanya berkaitan dengan kesenjangan sumber daya, tapi juga kesenjangan dari para pelanggan. Kepuasan mereka adalah yang utama. Tapi juga perlu dipertimbangkan juga kesenjangan yang akan dihadapi oleh perusahaan jika mengedepankan pelanggan.

4. Tentukan Prioritas Perusahaan
Pada penerapannya, perusahaan juga harus mampu menerapkan dengan baik prioritas apa saja yang harus didahulukan. Hal ini akan bisa didapatkan dengan mudah melalui TMS tersebut. Dari sini perusaahaan bisa merencanakan pelatihan-pelatihan untuk melihat kompetensi yang ada di masing-masing divisi.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.